Postingan

Dia, Ada dan Tiada

Ini sebuah kisah yang kami alami, entah ini memang benar adanya atau tidak. Bermula dari sebuh cerita tentang tempat yang kelak jadi asrama kami, asrama kami selama 24 hari menempuh pendidikan. Sebelum ketempat itu, kami sudah menghimpun sebuah cerita dari generasi-generasi pendahulu. Kebanyakan orang mengisahkan mengenai hal yang mirip. Intinya ada dia makhluk lain. Teman cowo kantor kami yang baru-baru ini mengalami proses yang sama artinya menginap di sana, menuturkan hal yang lebih detail. Dia bahkan sengaja membroadcast di BBM mengenai keberadaan dia. Belum lagi cerita orang-orang bahwa dahulu tempat itu merupakan kuburan. Jadilah tempat ini membuat semakin angker. Area kampus dan asrama ini sangat luas. Ada danau yang luas di dalamnya. Daerah ini dipagari oleh tembok disekelilingnya tetapi orang luar bisa masuk di kawasan ini untuk memancing di danau. Hampir semua sudut area ini ditumbuhi banyak pohon yang lebat dan besar membuat suasana teduh, tenang dan tentunya angker...

Ikhlas Tak Semudah Mengucapkannya

Ya, saya ikhlas”..kata-kata yang kerap kita lontarkan atau kita dengar. Ikhlas, satu kata yang mudah diucapkan tetapi tak semudah itu menjalankan. Ikhlas menerima apa-apa yang sudah diberikan pada kita, tak da keluhan, tak da penyesalan dan kesedihan, total tunduk tawadu padaNya. Kata itu, seringkali terdengar keluar dari keluarga kami. Bermula ada seorang kerabat datang ke rumah untuk meminta petungan, untuk menentukan hari pernikahan. Kebetulan pak dhe/bapak ku termasuk orang jadul yang mengetahui cara menghitung. Bapak menyampaikan hasil petungannya kepada orang itu, tidak ada masalah. Hal itu tidak terlalu menggelitik otakku, justru aku lebih tergelitik dengan satu hal. Bapak menyampaikan bahwa itu hanya sebuah hitungan yang matematis, cinta dan segalanya tidak selalu bisa dihitung. Bapak memberi pemahaman, sebagai orang Jawa, bapak diberi kemampuan menghitung, akan tetapi itu bukanlah harga mati, diskusikan dengan keluarga calon besan. Punyalah keyakinan bahwa seluruh har...

Ada Cinta di Balik Prajab

Gambar
Pagi itu temanku menyampaikan bahwa beberapa teman disuruh menghubungi bapak B di kepegawaian kantor kami. Dugaan kami benar, itu pemberitahuan tentang diklat prajabatan. Memang, dalam gedung ini tinggal kami makhluk hawa berempat yang belum mengikuti diklat tersebut. Kami pun mengikuti tiap instruksi yang diberikan Pak B. Prajab diagendakan tanggal 1 Oktober-24 Oktober 2012. Ya, hampir sebulan, dan sebelum hari itu tiba, kami harus menyelesaikan pekerjaan yang masih jadi tanggungan kami. Alhamdulillah, segala tugas kantor telah tertunaikan dengan baik. Seiring datangnya tanggal 1 Oktober, saat kita harus check in di suatu asrama yang masih dalam naungan kemendikbud. Beruntung, kami adalah satu-satunya instansi pendidikan yang paling dekat dengan lokasi asrama. Mengingat peserta prajab berasal dari sabang sampai ternate. Mereka selama kurang lebih 24 hari meninggalkan pekerjaan, anak, suami/istri dan kenyamanan-kenyamanan lainnya. Alhamdulillah, aku tiap minggu bisa ...