Postingan

Riak-Riak Pernikahan

Gambar
Tulisan ini sejatinya sebuah perenungan untuk diriku. Tapi andai boleh berbagi aku ingin membaginya padamu, blogku. Semoga tidak menggurui dan memberi manfaat. Mari berdialektika.. Menikah. Satu kata yang tentu bertujuan untuk bahagia. Tetapi secara implementasi ada beberapa orang yang menikah karena faktor lain, misal sudah lama pacaran, disuruh menikah segera oleh orang tua, usia yang tak lagi muda, tuntutan masyarakat, ingin seperti teman-teman bahkan karena gengsi. Sebenarnya tidak selalu salah, toh semua tidak menjamin membawa pernikahan yang bahagia. Akan lebih indah, jika menikah itu karena memang kita telah siap dan yang penting lagi mau berproses menuju kebahagian. Lagi-lagi “proses” tentu proses ini tak ada ujungnya sampai ajal menjemput. Kita bersama pasangan harus mau dan sanggup berproses, tumbuh, belajar dan menua bersama dengan kebahagiaan hakiki. Semua yang menikah pasti senang jika bisa mencapai dan menikmati pernikahan yang diimpikan. Namun apakah mereka ma...

Celoteh Sandra

Gambar
   Ini bukan cerita mengenai muridku. Ini sebuah kisah tentang seorang gadis kecil bernama Sandra. Baru kutahu namanya, Sandra, setelah beberapa bertemu, sekitar 2 tahun. Barulah aku menanyakan namanya. Itu seperti kebanyakan orang Indonesia, sudah bertanya atau mengobrol banyak baru menanyakan nama. Pertemuanku bersama Sandra adalah pertemuan yang tidak sengaja apalagi diatur. Itulah skenario Allah. Pertemuanku dengannya  berawal dari waktu yang sama. Aku tiap hampir dua bulan sekali berbelanja kebutuhan bulanan di salah satu swalayan. Aku pergi ke swalayan itu biasanya sepulang kerja. Aku berbelanja secukupnya dan pulang dengan segera. Aku tipe orang yang tidak terlalu berminat untuk melihat-lihat terlebih dahulu jadi aku biasanya langsung kepada tujuan yang akan dibeli. Aku berangkat dan pulang menuju menggunakan angkot.  Ketika perjalaan pulang dari swalayan, di dalam angkot sudah ada anak SD yang kemudian dia turun di gang, tempat aku turun juga. Sepe...

KPR Menjadi Semacam Solusi

Gambar
Tiap orang menginginkan punya rumah. Rumah merupakan kebutuhan pokok. Ada banyak pilihan, ada yang memilih pondok mertua indah atau ikut orang tua, ada yang memilih mengontrak atau kos, ada juga yang dapat warisan dan subsidi dari orang tua. Dan pilihan yang aku pilih adalah mengontrak sembari mengusahakan punya rumah. Baik orang tua, mertua, suami maupun aku bukanlah orang yang super kaya yang bisa membelikan rumah. Alhasil, semua hasil berada di tangan sendiri, dengan keringat sendiri, bergantung usaha sendiri (berdua dings dengan suami). Sebetulnya permasalahan adalah karena harga rumah semakin melambung tinggi dan banyak masyarakat yang kesulitan memperoleh rumah, terutama masyarakat dengan kelas ekonomi menengah ke bawah, atau latar belakang seperti aku.heheheh…semoga kelas ekonomi bisa berubah. Salah satu alternatif dengan berhutang ke bank melalui KPR. Terbukti kredit ini cukup efektif membantu masyarakat. KPR menjadi lebih diminati dibandingkan tunai maupun tunai ...

Surga Bukan Di Bawah Telapak Kaki Ibu Rumah Tangga, Ibu Pekerja, Maupun Ibu Pengusaha Tetapi Semua Ibu

Gambar
Ketika sudah menikah, kemudian dihadapkan kondisi untuk mengikuti arisan atau sekadar kumpul dengan teman atau kolega yang senasib atau sudah menikah. Permasalahan muncul ketika mereka sudah punya anak. Sebenarnya bukan permasalahan menurutku, tetapi masing-masing keluarga berusaha menyiasati. Dalam hal ini, aku berusaha mengamati dan memahami logika mereka berpikir, secara aku belum punya anak heheheh. “ Alhamdulillah ya, sesuatu banget. Gajian lagi hari ini. Bisa beli ini-itu tanpa nyodorin tangan ke suami. Nikmatnya menjadi wanita mandiri.” Begitulah kira-kira para ibu muda yang bekerja sendiri berbicara.  Kubu sebelah siap membalas, “Alhamdulillah ya, badan encok karena sibuk BBM an. Kerja gratisnya tidak sia-sia, lho. Insya Allah surga balasannya. Super sesuatu.” BBM = beberes, benah-benah, memasak.” Begitulah para ibu rumah tangga yang tak kalah berceloteh. Dan kemudian kancah pertarungan diramaikan oleh pendatang baru: Working at Home Mom alias ibu pengusaha. B...

Berasa Menikah di Semester Empat

Gambar
Setelah menikah maka orang akan memutuskan dimana mereka tinggal. Keputusan ini sudah jauh-jauh kami  pikirkan, jauh sebelum menikah. Kami memutuskan untuk tinggal di sebuah kontrakan mungil di belakang kantor. Kontrakan yang memang dari awal kuhuni. Ada om yang menyarankan agar mencari kontrakan lain yang lebih besar. Tapi untuk saat ini hal tersebut belum memungkinkan. Kami baru saja masuk dan tentu pekerjaan telah menunggu. Tumpukan baju kotor dari pulang kampung juga belum beres. Selain itu, ada baju kotor kita dari Bali yang belum tertangani. Tumpukan kado dari sahabat dan saudara kita belum rapi dan tak tahu ditempatkan dimana karena banyak. Alhamdulillah, hingga saat ini rezeki senantiasa tercurah. Kami juga belum mempunyai gas. Kalau kompor malah ada 2 kompor kecil dan 1 kompor besar dan semuanya kado. Sebetulnya aku punya kompor listrik tetapi kadang panasnya kurang stabil dan kalau pemakaian listrik berlimpah, daya rumah kami tidak bisa dan turun. Alhasil kami...

Aku Ikut Bahagia Dia Menikah

Gambar
Sebuah pesan datang, pesan dari R, seorang peneliti. Perkenalan kami sejak 2009, ketika itu kami terlibat kegiatan yang sama mengenai penelitian bahasa dan seminar internasional di Batu, Malang. Tidak ada perasaan khusus kepadanya, aku selalu profesional melakukan instruksi dari panitia sehingga waktu yang tidak berapa lama benar-benar kugunakan dengan sebaik-baiknya. Waktu itu aku pun harus membagi waktu dengan kegiatan utamaku yaitu kuliah S2. Hari-hari senantiasa kulalui, kumanfaatkan waktu yaitu untuk konsultasi dengan pakar-pakar bahasa, memecahkan permasalahan bahasa dan sharing pengalaman. Suasana hotel kusuma, Batu Malang ini juga mendukung. Hawa yang sejuk dan pemandangan yang indah, di sini pun diberikan fasilitas makan buah sepuasnya. Ada buah jambu, strawberry, anggur, tergantung musim, namun buah yang selalu ada yaitu buah apel. Pengunjung diizinkan untuk makan buah apel sepuasnya tetapi tidak boleh membawanya pulang. Jika ingin membawa pulang, pengunjung har...

Dilema Prewedding

Gambar
Nada dering BBku berbunyi tanda ada bbm. “De, bisa bicara sebentar? ada yang mau kusampaikan” Sejenak aku berpikir, menerka, apa yang hendak  disampaikan? Ah lebih baik segera kujawab. Sepertinya dia mood untuk bercerita. Itulah salah satu sifatnya, kalau sedang mood bercerita dia akan bercerita jika tidak dia lebih memilih diam. “Ya, mas, bisa, ada apakah?” Tak beberapa lama nada dering BB tanda ada panggilan terdengar. Dan pembicaraan terus mengalir. Dia bercerita bahwa temannya di kantor, yang juga dosen fotografi di universitas swasta ternama di Jakarta. Aku tidak tahu asal muasal teman mas menawari untuk memfoto prewedding kita. Mungkin karena qt belum melakukan sesi itu. Teman mas berjenis kelamin wanita sebut saja Bu Ana. Dia sebenarnya tidak satu gedung dengan calon suami saya. (sekarang suami saya). Mungkin karena mas sering membantu keperluan komputer plus printil-printilannya, jadilah mereka berakrab ria. Tidak banyak yang kuketahui tentang bu Ana. ...